Bianglala

Bianglala Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika hati berkata iya maka tidak mungkin mulut berkata tidak. Seperti katamu padaku “ Hati itu tak bisa dibohongi, jangan menyakiti perasaanmu sendiri. Katakan apa yang ingin dikatakan hatimu. Hidup adalah pilihan dan kamu sudah pasti akan semakin tua. Tapi untuk menjadi dewasa adalah pilihan. Umurmu sudah 16 tahun La, dan tiga bulan lagi akan 17 tahun. Aku harap kamu bisa menerima keputusanku ini. Bukan maksudku untuk meninggalkanmu dengan begitu saja. Tapi aku mohon mengertilah dan terima keputusanku ini. Berfikir positif dan dewasa ya. Karna umurmu semakin bertambah tapi jika pikiranmu tidak dewasa sama saja. Menangislah jika kamu ingin menangis. Menangislah jika itu membuatmu tenang. Tapi ingat, kamu hanya boleh menangisi itu jika apa yang kamu tangisi memang pantas untuk ditangisi. Paham kan! “
Katamu pada suatu senja di sebuah tempat yang tak terlalu indah tapi bisa membuat kita betah berlama-lama duduk tempat itu. Menikmati semriwing angin sore dan suara aliran air sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Di bendungan yang sebenarnya tak terlalu nyaman untuk bisa dibuat bersantai karena terik matahari sangat menyengat kulit dan jalanannya yang berdebu.

Sebenarnya aku sudah bosan dengan bendungan ini. Kerap kali kau mengajakku kesini. Menikmati semilir angin sore yang menerpa wajah kita dan yang mengibaskan rambut panjangku. Menahan panasnya matahari yang membuatmu menyipitkan ma
... baca selengkapnya di Bianglala Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu read more →

Gitar Tua Joko

Gitar Tua Joko Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Joko benar-benar bingung gimana harus meyakinkan Ayahnya yang udah mati-matian cari duit buat membiayayai sekolah Joko. Pasalnya, setelah Ayahnya membayar SPP ternyata Joko sering sekali bolos sekolah, Kata teman-temannya kalau Joko bolos sekolah Dia sering ngamen, Joko yang bercita-cita ingin menjadi musisi merengek-rengek minta dibelikan Gitar baru

“Emangnya kenapa Ko, kalau Ayah gak belin Gitar baru?” Ayahnya kesal setengah mati
“Ya elaa, Yah! Joko kan malu Yah! Masa sih Joko pakai gitar tua punya warisan Ayah! Mana ada orang yang mau lihat Gitar yang usang dan rapuh kayak gitu…”
“kan itu masih bisa dipakai. Ntar kamu belajar nari Jaipong aja biar punya bakat yang lain!”
“Ayah tega amat, sih! Masak Joko disuruh Nari Jaipong…? Yang bener aja, Yah emang Ayah gak mau apa punya anak yang pintar main gitar? kalau pingin Joko sukses didukung dong!
“Haiiyaa…! Kamu malah nyeramahi Ayah!”

Ayah Joko bertolak ke belakang Joko mulai ketakutan.

“Ampun Yah… Joko nggak bermaksud ny
... baca selengkapnya di Gitar Tua Joko Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu read more →

DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2)

DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

17 Maret 2008 – 04:31 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 7.00 / 1 votes)

Tulisan dengan judul yang sama, yang muncul pertama pada November 2007, mendapatkan sambutan beragam dari pembaca. Ada yang berterimakasih, dan ada pula yang tidak setuju. Pada kesempatan ini saya ingin berkomentar mengenai dua hal. Yang pertama adalah munculnya sejumlah e-mail yang kurang lebih mengatakan, “Kalau Anda tidak setuju pada investasi dinar Irak, tidak usah ribut. Biarkan orang lain mencari rezekinya sendiri.” Yang kedua sejumlah e-mail yang menyoal salah satu alasan untuk tidak membeli dinar Irak, yakni bahwa kemungkinan sulitnya menjual mata uang itu kelak. Atas alasan ini ada e-mail yang mengatakan, “Kok pusing amat. Kalau investasi kita bagus, kita bisa bawa dinar kita ke Timur Tengah atau langsung ke Irak dan menjualnya di sana.”

Tentang yang pertama, saya mohon maaf. Saya menulis jauh dari niat untuk menghalangi rezeki orang. Tetapi lepas dari itu mari kita berpikir dengan cara ini. Apa sih dampak dari tulisan saya? Ada beberapa jenis respon. Ada yang mengatakan, “Mas, saya perhatikan warning Anda. Tapi saya tetap jalan terus dengan sikap yang lebih hati-hati.” Ada teman penulis yang mengatakan, “Saya minta istri saya baca tulisan Anda sebelum dia memutuskan untuk beli dinar. Paling tid
... baca selengkapnya di DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu read more →

Lidah Doni

Lidah Doni Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Lidah itu lunak. Tak bertulang. Susah diatur. Semaunya saja. Beda dengan mata. Bisa dipejam. Kalau tak mau melihat. Beda dengan hidung. Bisa ditutup. Jika tak mau menghirup. Tapi lidah lain. Susah dikendalikan. Susah sekali. Juga bagi Doni. Padahal Doni masih muda. Usianya belum senja. Belum pula kepala dua.
Doni hanya anak remaja. Punya banyak mimpi. Punya banyak cita-cita. Tapi inilah kendalanya. Lidahnya tak bisa diatur. Mau tampil terus. Seperti tak diurus.

Suatu kali Marwan masuk ke kelas. Sepatunya baru. Semua mata menuju. Mata Doni juga. Semua memuji.
“Sepatu yang bagus” kata seorang teman.
“Pasti beli di luar negeri” kata teman yang lain.
“Ah, biasa paling minjem. Punyaku lebih keren asli buatan Italy” suara itu tiba-tiba memecah kebisingan. Doni terkejut. Lidahnya berulah lagi. Padahal sepatu Doni sudah butut. Tak layak lagi disebut sepatu. Butut dan layak disejajarkan dengan batu.
Semua mata memandang Doni. Tapi semua seperti maklum. Pasti Doni asal ngomong. Pasti lidah Doni berulah lagi. Tak ada yang memandang ke bawah. Mencari tahu soal sepatu Italy. Sepatu yang jadi sesumbar Doni.

Kali lain, Deasy tampil mengenakan baju baru. Di sekolah Doni tiap hari Sabtu semua memakai baju bebas. Tak ada seragam hari itu.
... baca selengkapnya di Lidah Doni Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu read more →

Bintang Benderang

Bintang Benderang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku siswa kelas 3 SMA yang sedang mempersiapkan diri mengikuti ujian di PTN untuk mencari fakultas kedokteran. Orang lain biasa memanggilku Ida. Hari aku sedang mencari buku-buku kedokteran di perpustakaan daerah. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara hp ku. Aku segera keluar untuk menjawab telpon dari ibuku.
“Ida jangan lupa hari ini kita akan menjenguk Arya,” kata ibuku mengingatkan.
“Iya Biang, sebentar lagi Ida mau pulang.”

Aku kembali ke dalam perpustakaan setelah telponnya diputus. Aku memilih duduk di bangku dekat jendela. Aku ingin membaca sedikit buku-buku yang telah ku kumpulkan. Tapi rasanya pikiranku tak tertuju ke buku-buku itu. Mataku melayang keluar jendela. Ku perhatikan hari ini langit begitu cerah.
“Hem, ternyata hari ini genap 5 tahun ia pergi,” kataku dalam hati.

Aku mengurungkan niatku untuk membaca. Aku bergegas pulang, namun sebelum sampai rumah aku ke toko bunga. Menjenguk seseorang akan sangat cocok kalau dibawakan bunga. Aku memilih bunga mawar kuning. Kata orang ini melambangkan persahabatan. Sesampainya di rumah ternyata Ayah dan ibuku sudah menunggu.
“Ida, kamu akan ke rumah s
... baca selengkapnya di Bintang Benderang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu read more →